TOKOH PENEMU DAN PERINTIS DUNIA

October 17, 2016

Pembuat Globe Pertama - Al-Idrisi


Al-Idrisi - Pembuat Globe Pertama
Al-Idrisi
Globe atau bola dunia adalah miniatur bumi yang memuat tujuh benua. Di dalamnya terdapat peta dunia, lengkap dengan arah mata angin. Tahukah anda siapa yang pertama kali menemukan Globe? Dia adalah seorang ilmuwan yang bernama Al-Idrisi.

Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad Ibn Muhammad Ibn Abdullah Ibn Idris Ash-Sharif, tapi dia lebih populer dengan nama Ash-Sharif Al-Idrisi Al-Qurtubi. Orang banyak menyebutnya Dresses. Al-Idrisi lahir di Ceuta Spanyol pada tahun 1099. Al-Idrisi menempuh pendidikannya di Cordova. Selebihnya dia banyak berpetualang untuk mempertajam pengetahuannya terutama di bidang geografi.

Saat itu beberapa peta dunia telah dibuat oleh beberapa ahli geografi, namun peta itu tak sesempurna buatan Al-Idrisi. Karya-karya Al-Idrisi banyak menyajikan data komprehensif dari berbagai wilayah dunia. Hal itu membuat ia banyak dilirik oleh navigator laut Eropa serta kalangan militer.

Diantara yang tertarik dengan kemampuan Al-Idrisi adalah Raja Roger II, Raja Sicilia turunan Normandia yang memerintah pada tahun 1129-1140. Ia lalu meminta Al-Idrisi membuat peta dunia yang terbaru. Al-Idrisi menyanggupi permintaan itu dengan syarat ia diperkenankan memasukkan data bahwa Sicilia pernah berada dalam kekuasaan Kaum Muslimin sebelum Raja Roger berkuasa. Akhirnya peta pesanan Raja itu jadi dan diwujudkan dalam bentuk Bola Dunia atau yang biasa disebut dengan "Globe". Globe itu dibuat dari bahan perak seberat 400 gram. Di dalamnya, Al-Idrisi mencantumkan ketujuh benua lengkap dengan rute perdagangan, danau-danau dan sungai, kota-kota besar, daratan, serta pegunungan. Ia juga memasukkan informasi tentang jarak, panjang, dan ketinggian secara tepat. Sebagai panduan, Al-Idrisi melengkapi Bola Dunia-nya itu dengan Kitab Al-Rujari atau yang lebih dikenal dengan The Book of Roger.

Sumbangan Al-Idrisi yang lain dibidang geografi adalah sebuah buku berjudul Nuzhat Al-Mushtaq fi Ikhtiraq al-Afaq (Tamasya Orang-Orang yang Rindu untuk Menjelajah Ufuk). Buku ini merupakan ensiklopedi yang memuat peta secara detail dan informasi lengkap mengenai negara-negara Eropa. Buku ini oleh Ensiklopedi Prancis disebut sebagai buku ilmiah yang autentik dan paling besar pengatuhnya di abad pertengahan. Bahkan seorang ilmuwan barat, Barone mengatakan "Buku geografi Al-Idrisi tiada bandingnya dengan buku geografi manapun sebelumnya dan senantiasa dijadikan sebagai rujukan oleh para penulis sejarah dan geografi di sebagian kota-kota besar kala itu".

Selain dibidang geografi, Al-Idrisi juga memberikan sumbangan dibidang kedokteran. Buku karyanya dibidang ini berjudul Kitab Al-Jami li Sifat Ashtat al-Nabatat. Didalamnya diantaranya memuat nama-nama obat dalam beberapa bahasa termasuk Berber (Arab), Suriah, Persia, Hindi, Yunani, dan Latin. Meski buku ini kurang lengkap dan dianggap memiliki banyak kekurangan. Namun karya Al-Idrisi ini diakui telah sangat berhasil menciptakan sinonim-sinonim untuk obat-obatan, termasuk obat bius, dalam berbagai macam bahasa. Ada sekitar 12 bahasa.

Al-Idrisi meninggal dunia pada tahun 1166. Beberapa karya Al-Idrisi diterjemahkan dalam bahasa latin dan diterjemahkan dan menjadi buku yang sangat populer di daratan Eropa. Sayang salah satu buku karyanya yang diterjemahkan di Roma pada tahun 1619 dan dibuat dalam ukuran kecil serta tidak mencantumkan namanya. Padahal sebelumnya orang-orang Eropa butuh beberapa abad untuk membuat Bola Dunia dan peta sendiri. Bahkan Christoper Columbus pun menggunakan peta asli yang dibuat oleh Al-Idrisi.